Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lingga Dorong Penguatan Demokrasi melalui Kaderisasi Mahasiswa HMI

Zamroni Jadi Narasumber Basic Training HMI, Bahas Penguatan Konsolidasi Demokrasi

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Lingga, Zamroni, S.H., M.M., C.Med., C.CLA, menjadi narasumber dalam kegiatan Basic Training (Latihan Kader I/LK I) yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Riau-Kepulauan Riau di Kabupaten Lingga, Sabtu (24/10/2026).

Lingga, Bawaslu - Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Lingga, Zamroni, S.H., M.M., C.Med., C.CLA., menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Basic Training (Latihan Kader I/LK I) yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Riau-Kepulauan Riau di Kabupaten Lingga, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi kader mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai demokrasi, kepemimpinan, serta peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kegiatan tersebut, Zamroni menguatkan pentingnya konsolidasi demokrasi sebagai upaya membangun kehidupan demokrasi yang berintegritas, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Konsolidasi demokrasi membutuhkan komitmen bersama dari berbagai elemen bangsa, termasuk lembaga negara, organisasi kemasyarakatan, kalangan akademisi, serta generasi muda.

Penguatan demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan Pemilihan Umum, tetapi juga mencakup upaya menjaga nilai-nilai demokrasi, meningkatkan kesadaran hukum, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya proses demokrasi. Dalam hal ini, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai bagian dari kelompok intelektual muda yang diharapkan mampu berpikir kritis, memahami persoalan kebangsaan, dan berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi.

Zamroni menekankan bahwa demokrasi yang berkualitas memerlukan kesadaran dan tanggung jawab bersama. Setiap elemen masyarakat perlu memahami peran dan kedudukannya dalam kehidupan demokrasi, termasuk pentingnya menghormati perbedaan pendapat, menjunjung tinggi supremasi hukum, serta mengedepankan sikap kritis yang bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari pengawasan Pemilu, Bawaslu memiliki peran penting dalam memastikan proses penyelenggaraan Pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun, upaya menjaga integritas demokrasi juga memerlukan keterlibatan masyarakat melalui pengawasan partisipatif. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kepemiluan dan pengawasan menjadi hal penting untuk terus diperkuat, termasuk di kalangan mahasiswa.

Kegiatan Basic Training (LK I) yang diselenggarakan oleh Badko HMI Riau-Kepulauan Riau ini menjadi ruang bagi para kader untuk mengembangkan pengetahuan, membentuk karakter kepemimpinan, serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial, politik, dan kebangsaan. Melalui pembelajaran dan diskusi, para kader diharapkan mampu mengembangkan pola pikir kritis serta memiliki kesadaran untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

Keterlibatan Zamroni sebagai narasumber juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai pengawasan Pemilu dan pentingnya konsolidasi demokrasi kepada kalangan generasi muda. Sinergi antara lembaga pengawas Pemilu dan organisasi kemahasiswaan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran demokrasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga integritas proses politik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader HMI dapat semakin memahami pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat konsolidasi demokrasi, menjaga nilai-nilai kebangsaan, serta mendorong terciptanya kehidupan demokrasi yang sehat dan berintegritas. Semangat kritis, kepemimpinan, dan tanggung jawab yang dibangun melalui proses kaderisasi diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang demokratis dan berkeadilan.

Humas