Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lingga Terima Pinjaman 200 Buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lingga

Bawaslu Lingga Terima Pinjaman 200 Buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lingga

Penyerahan Pinjaman 200 Buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lingga, Rabu (07/10/2026)

Lingga, Bawaslu — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lingga menerima pinjaman sebanyak 200 buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lingga. Penyerahan koleksi buku tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan literasi sekaligus memperkuat fungsi Pojok JDIH Bawaslu Lingga dan Pojok Pengawasan Bawaslu Kabupaten Lingga.

Koleksi buku yang dipinjamkan tersebut akan ditempatkan di Perpustakaan Mini “Encik Puan Haji Fatimah” Bawaslu Kabupaten Lingga. Kehadiran tambahan koleksi ini diharapkan dapat memperkaya bahan bacaan serta menjadi sumber informasi bagi jajaran Bawaslu maupun masyarakat yang berkunjung.

Bawaslu Kabupaten Lingga menyambut baik dukungan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lingga. Kerja sama ini dinilai menjadi langkah positif dalam membangun ruang literasi yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi kepemiluan bagi masyarakat.

Perpustakaan Mini “Encik Puan Haji Fatimah” diharapkan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum sebagai tempat membaca, mencari informasi, berdiskusi, serta mengenal lebih dekat berbagai hal terkait kepemiluan dan pengawasan pemilu.
Melalui Pojok JDIH dan Pojok Pengawasan, masyarakat juga dapat memperoleh informasi dan pengetahuan yang berkaitan dengan regulasi, kepemiluan, demokrasi, serta pengawasan partisipatif. Dengan demikian, keberadaan ruang literasi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin aktif dan memahami perannya dalam mengawal proses demokrasi.

Bawaslu Kabupaten Lingga bersyukur atas adanya dukungan berupa 200 buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lingga. Ke depan, Perpustakaan Mini “Encik Puan Haji Fatimah” diharapkan tidak hanya menjadi ruang membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama yang terbuka bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi kepemiluan dan menumbuhkan kesadaran pengawasan partisipatif.
“Dari buku, kita membaca dan memahami; dari pengetahuan, kita bersama-sama mengawasi.”

Humas